Atribut Pakaian Pada Arca Klasik Hindu-Budha Sebagai Simbol Akulturasi Kebudayaan

Authors

  • Muhamad Idris Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Palembang
  • Richard Saputra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang
  • Gema Tahta Anugrah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang
  • Arghani Abdul Faqih Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Palembang

Keywords:

akulturasi, arsitektur,sumberbelajar

Abstract

Masa klasik Hindu-Budha di Nusantara dimulai sejak masyarakat Nusantara mengenal
dan berinteraksi dengan kebudayaan India. Proses penyerapan, meniru dan
mengembangkan kebudayaan India berbasis kebudayaan lokal dilakukan oleh
masyarakat Nusantara sejak awal abad Masehi. Munculnya pusat peradaban baru di
Kutai Kalimantan Timur, Tarumanegara di Jawa Barat, Sriwijaya di Palembang, Kaling
di Jawa Tengah. Proses penyerapan, meniru dan mengembangkan kebudayaan India
dilakukan dengan mengadopsi huruf dan tulisan Palawa dan bahasa Sansekerta. Selain
tulisan sebagai penanda, masyarakat kala itu juga mengadopsi system kepercayaan.
Dewa-dewi dengan segala atributnya menjadi bagian persilangan kebudayaan tersebut.
Arca dewa-dewi dengan atributnya, menarik untuk dikaji karena mencitrakan budaya
pada zamannya. Dengan metodologi deskriptif kualitatif peneliti menjawab
permasalahan bentuk akulturasi budaya pada arca dewa-dewi masa klasik Hindu-Budha.
Simpulan penelitian ini: arca sebagai simbolik tokoh, dewa-dewi menggunakan atribut
kedewaan bergaya India namun disesuaikan dengan kultur Nusantara. Seperti mahkota,
perhiasan, unsur penunjang ketokohan.

Downloads

Published

2024-03-28