Akulturasi Masjid Menara Kudus dan Masjid Agung Demak

Authors

  • Kemas Muhammad Bardan Abdillah Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruam dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang
  • Wardani Risma Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruam dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palemban
  • Widya Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruam dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang
  • M.Notaris Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruam dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Palembang

Keywords:

Masjid; Kudus; Demak

Abstract

Masjid adalah tempat ibadah bagi umat yang beragama Islam, dimana tempat itu
disakralkan atau menjadi bangunan suci yang harus terjauh dari najis. Masjid juga
merupakan bangunan yang memiliki banyak perubahan dari gaya arsitektur sesuai dengan
tempat, skup waktu, dan kebuyaan lokal di suatu wilayah. Terkhususnya di wilayah Kudus
dan Demak, yang dimana kedua wilayah itu masih dalam satu kepulauan dan satu Provinsi
yaitu Provinsi Jawa Tengah. Kudus dan Demak memiliki sejarah peradaban Islam di
Nusantara, yang dimana ada para Ulama ada yang berasal dari sana. Dan berhubungannya
menjadi wilayah para wali, maka tidak heran memiliki banyak Masjid, terutama ada masjid
yang terkenal sejarahnya di kedua wilayah tersebut, yaitu Masjid Menara Kudus (Masjid
Al-Aqsha) dan Masjid Agung Demak. Kedua Masjid ini memiliki nilai sejarah dan nilai
seni dari segi arsitektur yang berakulturasi dari beberapa kebudayaan, dan bisa menjadi
bahan pembelajaran dalam Ilmu Sejarah kelokalan.

Downloads

Published

2024-03-28