Rintangan Geografi Indonesia Menyonsong Era Society 5.0

Authors

  • Nofirman Nofirman Program Studi Pendidikan Geografi, FKIP, Universitas Prof Dr Hazairin SH, Bengkulu

Keywords:

Society 5.0; geografi; keterbatasan geografer professional; lapangan kerja penduduk tradisional.

Abstract

Menerapkan pembangunan berkelanjutan berarti mengakui kegiatan pembangunan sebagai
upaya menyeimbangkan kebutuhan yang berbeda, dan seringkali bersaing, dengan
kesadaran akan keterbatasan lingkungan, sosial dan ekonomi yang kita alami sebagai
masyarakat. Konsep Society 5.0 yang dikembangkan Jepang sebagai desain pembangunan
manusia dan sosial dengan menghormati keberlanjutan Visi Society 5.0. Penelitian ini
dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif ditelusuri melalui database
referensi internasional, seperti Scopus, Web of Knowledge, dan google cendekia serta
repositori institusionalHasil penelitian yang diperoleh berupa; (a) perbedaan konten
geografi SMA K-13 Indonesia dengan konten geografi negara anggota EUROGEO dan
IGU; (b) keterbatasan partisipasi geografer Indonesia; (c) kondisi lapangan kerja penduduk
Indonesia bersifat tradisional (petani 29,96% dari 135.611.895 penduduk 15 tahun ke atas).
Tingkat pendidikan penduduk terbanyak berada antara Tidak/belum pernah sekolah,
Tidak/belum tamat SD, Tamat SD, SLTP, SLTA Umum, dan SLTA Kejuruan dengan
jumlah 89% dari 208.544.086 angkatan kerja berumur 15 tahun ke atas.

Downloads

Published

2024-03-28